Xabi Alonso Pilih Real Madrid Karena Arsenal Pelit!

Tapi sayangnya, transfer gelandang elegan asal Spanyol itu ke Arsenal urung terwujud karena Arsenal terlalu pelit dalam memenuhi permintaan harga dari Liverpool.
Ya, Alonso mengungkapkan bahwa ia sebenarnya bisa saja bergabung dengan Arsenal ketika Liverpool melepasnya pada 2009 lalu. Saat itu Liverpool meminta harga 18 juta pounds saja yang harusnya bisa dengan mudah dipenuhi oleh Arsenal. Namun karena Arsene Wenger ngotot di angka 15 juta pounds, maka pada akhirnya Alonso malah pergi menjauh dari bergabung ke Real Madrid.
Saya pernah sangat dekat untuk bergabung dengan Juventus atau Arsenal. Liverpool meminta harga 18 juta pounds namun keduanya hanya menyanggupi 15 juta pounds saja. Perbedaannya sangat tipis saja sebenarnya namun itu membuat keduanya gagal mendatangkan saya, terang Alonso.
Pernyataan dari Alonso tersebut jelas menambah sesak dada fans Arsenal. Pasalnya, sebelum ini Wenger juga mengungkapkan bahwa timnya sebenarnya sudah mendapatkan kata sepakat dari Luis Suarez pada 2014 lalu dari Liverpool namun sang pemain pada akhirnya malah hijrah ke Barcelona. Bayangkan jika seandainya Arsenal bisa mendatangkan dua pemain tersebut, maka bukan tidak mungkin nasib Wenger tak akan se-mengenaskan sekarang ini.
Sementara itu Alonso sendiri sudah memutuskan akan gantung sepatu pada akhir musim ini. Kepergian pemain berusia 35 tahun tersebut membuat kubu Bayern Munchen bersedih meski sang pemain bersyukur dengan segala yang ia dapat selama berkarir sebagai pesepakbola. Pernah bermain untuk Liverpool, Madrid, dan Bayern jelas menjadi satu bukti betapa hebatnya kualitas yang dimiliki Alonso.
Saya pernah bermain untuk tim terbaik Inggris, untuk tim terbaik Spanyol, dan untuk tim terbaik Jerman. Itulah yang saya inginkan, yakni karir yang bagus. Saya pernah bermain dengan para pemain hebat, bekerja dengan para manajer hebat, dan saya mendapatkan banyak hal dari mereka. Saya merasa beruntung dengan ini semua.

heatherdugdale2.com judi online terpercaya Sumber: Sidomi