Samir Handanovic Sanjung Gianluigi Donnarumma

Menurut penjaga gawang berkebangsaan Slovenia tersebut, Donnarumma menjadi satu contoh bagi pemain muda lainnya yang masih ingin menembus tim utama dalam usia yang masih muda.
Nama Donnarumma mulai tenar ketika ia dibawa oleh Sinisa Mihajlovic dalam tur pra-musim Milan pada musim panas tahun lalu. Donnarumma bermain bagus ketika melawan Real Madrid di ajang International Champions Cup dengan menahan klub besar tersebut hingga babak adu penalti. Meski ia menjadi salah satu algojo yang gagal, namun performanya tetap mendapatkan pujian.
Kemudian cederanya Diego Lopez ketika Serie-A tengah berlangsung menjadi berkah terselubung bagi Donnarumma. Miha tak punya pilihan lagi selain memainkan pemain yang masih berusia 16 tahun saat itu dan diluar dugaan, permainannya malah sudah seperti pemain senior saja.
Donnarumma menjadi satu kebalikan bagi para kiper saat ini. Ia memulai karirnya bersama tim junior dan kemudian langsung masuk ke tim senior. Jika seorang pemuda sudah cukup kuat untuk bermain di tim utama, maka ia akan mampu bertahan disana, jelas Handanovic.
Sementara itu eks kiper Udinese tersebut memberikan sebuah analogi unik terhadap karirnya sejauh ini. Baginya, apa yang sudah ia lalui dalam sepakbola layaknya seorang anak yang menempuh pendidikan. Dan bagi Handanovic, Inter saat ini merupakan bangku universitas baginya.
Perkembangan karir saya bagaikan ketika menempuh pendidikan. Dimulai dari sekolah dasar, SMP, SMA, dan sekarang Inter seperti universitas bagi saya. Setiap negara seperti menjadi sekolah tersendiri bagi kiper dan saya rasa Italia merupakan tempat lahirnya para kiper hebat.

heatherdugdale2.com judi online terpercaya Sumber: Sidomi