Arus Balik Warga Kangean Tak Terangkut Kapal

liputan6 Sedikitnya 500 calon penumpang arus balik Lebaran 1438 H yang tidak terangkut dalam pemberangkatan dua kapal dari Pulau Kangean ke Kalianget, Sumenep, Kamis (6/7) kemarin. Mereka tidak termasuk para calon penumpang arus balik di hari-hari sebelumnya juga membeludak dan belum terangkut.

Sesuai instruksi Dirjen Perhubungan Laut, Kapal Sabuk Nusantara-27 merupakan armada khusus yang didatangkan untuk membantu mengatasi lonjakan penumpang di kepulauan (Sumenep, Madura) selama arus mudik dan balik Lebaran, namun keberadaannya belum mencukupi.

“Dua kapal motor penumpang berkapasitas masing-masing 200 dan 300 orang penumpang itu tidak mampu mengangkut seluruh penumpang, Rabu (5/7) lalu. Bahkan kami kemarin terpaksa memberangkatkan kapal lebih awal dari jadwal, karena memang kondisi di lapangan tidak memungkinkan. Kalau kapal tidak segera berangkat, dikhawatirkan akan mengalami over capacity dan itu akan lebih berbahaya bagi keselamatan penumpang dan kapal,” ujar Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Batu Guluk, Arjasa, Kabupaten Sumenep, Iskandar yang dikonfirmasi SP via telepon, Kamis (6/7) tadi malam.

Menurutnya, Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS)-I milik BUMD Pemkab Sumenep merupakan armada reguler yang dikelola PT Sumekar yang melayani jalur pelayaran Pelabuhan Kalianget (Sumenep)-Pelabuhan Kangean (Sumenep Kepulauan) pergi-pulang (pp) dengan waktu tempuh 10 jam. Sementara jika memakai kapal cepat ekspres sebelumnya, mampu menyingkat waktu pelayaran hanya sekitar empat jam saja.

“Kami memberangkatkan KMP DBS-1 dengan membawa 213 orang penumpang. Demikian pula dengan keberadaan KMP Sabuk Nusantara 27 yang didatangkan khusus untuk membantu kelancaran arus mudik dan balik Lebaran warga Sumenep Kepulauan membawa 300 orang penumpang. Namun kapasitas muatan penumpang kedua KMP itu masih belum memadai,” tandas Iskandar. liputan6

Dia juga mengungkapkan lebih dari 500 orang calon penumpang dari Pulau Kangean yang tak terangkut karena keterbatasan kapasitas muat (kedua) kapal. Iskandar sangat berharap agar ada kapal bantuan dari pemerintah, untuk mengurai terjadinya penumpukan penumpang dari Pulau Kangean ke Pelabuhan Kalianget.

Menurut dia, pemerintah harus segera mengirimkan kapal bantuan seperti tahun-tahun sebelumnya dengan mengerahkan kapal milik Komando Armada Timur (Koarmatim) yang berpangkalan di Ujung, Surabaya guna mengangkut ratusan calon penumpang yang masih tersisa, Jumat hari ini. “Dengan kapal milik Koarmatim yang berkapasitas seribu orang, semua penumpang pasti dapat terangkut,” katanya.

“Kalau menunggu jadwal kapal reguler, baru Sabtu (8/7) besok, dan hanya satu kapal yang berangkat. Itu berarti masih akan ada ratusan calon penumpang arus balik Lebaran dari Pulau Kangean dan sekitarnya yang harus tertinggal. Padaha mereka harus bekerja mencari nafkah bagi keluarganya,” tandas Iskandar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *