Persaingan Tingkat Tinggi

Agen Taruhan Bola Metrotvnews.com: Liga Primer adalah liga terbaik di dunia. Ada lima sampai enam tim yang bertarung untuk merebut gelar juara. Tuntutan yang diberikan kepada para pemain amat tinggi. Pernyataan gelandang Manchester City Ilkay Guendogan di atas merupakan sedikit gambaran terkait kerasnya persaingan di Liga Primer. Bagaimana tidak, sejumlah klub menunjukkan indeks prestasi mentereng setidaknya sampai pekan kesembilan ini. Baca juga Striker Celtic Ini Bakal Dipulangkan Guardiola Oezil dan Sanchez Ingin Samai Level Gaji Pogba Xhaka: Saya Merasa Bahagia dan Nyaman di Arsenal Brandconnect 8 Jajanan Indonesia Terlezat untuk Dicicipi Jika dibandingkan dengan empat kompetisi lain seperti Liga Italia Serie A, La Liga Spanyol, Bundesliga, dan Ligue 1, raihan poin masih lebih ketat di Inggris. Bukti sahihnya, jarak antara peringkat satu dengan lima hanya terpaut satu poin. Itu berarti, sang pemuncak klasemen tidak bisa santai-santai pada setiap pekan yang dilakoni. Kiprah klub-klub unggulan juga meyakinkan. Tiga klub teratas kompak hanya menelan sekali kekalahan. Saking ketatnya, mereka bersaing dari selisih gol. Dibandingkan dengan musim lalu, sedikit berbeda. Pada pekan kesembilan musim lalu, City sudah mengungguli para rivalnya. Bahkan dengan peringkat kelima terpaut lima poin. Musim ini, City tengah memimpin. Namun, haram hukumnya jika mereka tampil inkonsisten. Fakta yang terjadi pada musim lalu adalah bukti nyata klub peringkat kelima, Leicester City bisa menyalip dan menjadi juara. Klasemen Liga Primer Inggris pekan kesembilan musim lalu. Klasemen Liga Primer Inggris pekan kesembilan musim ini. Posisi klasemen di lima besar nampaknya takkan terjadi banyak perubahan. Pasalnya, tiga klub teratas relatif menghadapi lawan yang mudah. City bersua dengan West Bromwich Albion, Arsenal kontra Sunderland, dan Liverpool berhadapan dengan Crystal Palace. Pun begitu bagi klub peringkat empat dan lima yang dihuni Chelsea dan Spurs. The Blues akan menyambangi markas Southampton. Sedangkan Spurs meladeni Leicester City. Persaingan tingkat tinggi di Liga Primer juga dirasakan oleh Manchester United. Klub yang sudah menggelontorkan banyak biaya untuk mendatangkan pemain dan pelatih anyar belum bisa bersaing secara konsisten. Sempat tampil meyakinkan pada tiga laga awal, United dirundung performa inkonsisten. Alhasil, United harus puas berada di posisi ketujuh. Jadwal padat jadi momok Jadwal padat menjadi momok tersendiri bagi klub yang bersaing untuk menjadi juara di kompetisi lokal. Salah-salah, klub yang sudah memimpin sejak awal bisa jeblok dan melorot usai pertengahan musim atau jelang musim berakhir. Penyebabnya? bisa banyak hal. Fisik pemain, cedera, dan masalah internal bisa menghinggapi klub. Namun, yang paling sering terdengar ialah perihal jadwal padat. Dalam satu pekan, klub yang bertahan di kejuaraan Eropa bisa bermain dua sampai tiga kali. Jika pelatih tidak pintar-pintar merotasi pemain, kegagalan sudah ada di depan mata. Salah satu klub yang bersinar tetapi menjadi menurun akibat bersaing di level Eropa ialah Leicester City. Terlepas dari penampilan apik di Liga Champions, sang juara bertahan seperti kehilangan taji di Liga Primer. Grafik Leicester City sampai pekan kesembilan Liga Primer Inggris musim ini Grafik Leicester City sampai pekan ke-38 Liga Primer sebelum mengikuti Liga Champions Tim polesan Claudio Ranieri masih bercokol di posisi 12. Dari sembilan laga yang sudah dilakoni, Jamie Vardy dkk sudah menelan empat kekalahan. Hal itu menandakan, Leicester tidak bisa menjaga konsistensi di tengah jadwal yang padat. Dan faktanya, mereka harus terseok-seok di Liga Primer. Merosotnya Leicester juga diiringi menurunnya ketajaman Jamie Vardy. Performa pemain jebolan Sheffield Wednesday itu merosot tajam. Total ia baru mengemas dua gol di Liga Primer. Daftar top skorer musim lalu, Vardy masih bisa bersaing sampai musim berakhir. Tidak hanya Leicester, City juga terancam terdepak dari posisi puncak. Pasalnya, mereka terganggu dengan jadwal liga-liga top Eropa. Tercatat, dari semua kompetisi yang diikuti, City belum menemui kemenangan lagi. Terakhir mereka meraih tiga poin ketika menghadapi Swansea City pada 24 September. Video: Komentari Wasit, Mourinho Terancam Dihukum FA (ASM)

Sumber: MetroTVNews