Kemhub Kejar DDT Manggarai-Cikarang Selesai 2019

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemhub) mendorong percepatan pembangunan proyek rel kereta api (KA) double double track (DDT) Manggarai-Cikarang. Hal tersebut dilakukan guna mengejar target penyelesaian proyek senilai Rp 5,5 triliun tersebut pada awal 2019. Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi penyebab keterlambatan proyek ini yang seharusnya sudah bisa selesai pada akhir tahun depan. Menurutnya, hal-hal signifikan yang menghambat pengerjaan DDT adalah masalah lahan dan juga proses konstruksi yang berbarengan dengan operasi KA eksisiting di sekitarnya. “Kami memastikan keterlambatan proyek karena apa. Kami sudah mengidentifikasi keterlambatan paket ini karena adminstrasi. Ke depan, kami akan melakukan pekerjaan ini dengan tiga shifts. Kami juga minta PT KAI lebih kooperatif supaya kontraktor lebih nyaman dan punya ruang,” ujar Budi Karya saat meninjau progres pengerjaan DDT Manggarai-Cikarang di Jakarta, Jumat (25/11). Dia menambahkan, guna mempercepat proses penyediaan lahan keperluan DDT Manggarai-Cikarang, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. “Saya juga minta gubernur (Jakarta) tentu untuk menyelesaikan ini, yaitu penertiban juga menyelesaikan tanah,”imbuh mantan direktur utama PT Angkasa Pura (AP) II ini. Budi Karya menjelaskan, proyek ini terbagi dalam tiga paket. Pada setiap tahapannya terdapat progres yang variatif. Untuk paket A dan B2, menteri mengatakan, progres pengerjaan baru mencapai 10 persen. Sementara itu, paket B1 yang dananya diperoleh melalui pinjaman Jepang, proses pengerjaannya sudah mencapai 70 persen. “Untuk dana pinjaman Jepang itu diperpanjang karena masih terus dikerjakan,” ujar Budi. Thresa Sandra Desfika/FER Investor Daily

Sumber: BeritaSatu