Jokowi Perluas Fasilitas Pendidikan ITB ke Walini

Agen Taruhan Bola Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan fasilitas pendidikan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang selama ini terpusat di Kampus Jalan Ganesha, Bandung diperluas ke kawasan Walini, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Presiden Jokowi telah memerintahkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir berkoordinasi dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk menyelesaikan proses alih fungsi lahan, termasuk kemungkinan pembayaran ganti rugi dan relokasi. “Ada beberapa mekanisme yang dapat digunakan untuk pengalihfungsian aset ini, di antaranya ganti rugi atau relokasi. Juga perlu saya ingatkan bahwa 60 hari sejak izin penetapan lokasi dikeluarkan, pelepasan aset milik BUMN itu harus sudah terlaksana,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/11). Dia mengatakan, penetapan kawasan Walini sebagai objek pembangunan infrastruktur dan pengembangan fasilitas pendidikan ITB sudah melalui pengkajian. Walini yang selama ini berada di bawah penguasaan PTPN VIII nantinya akan dijadikan pusat bisnis, hiburan, dan pendidikan yang berdiri di antara Jakarta-Bandung. Walini juga akan menjadi salah satu stasiun keberangkatan dan kedatangan kereta cepat Jakarta-Bandung. Disebutkan, selama ini upaya untuk meningkatkan sarana pendidikan ITB terkendala ketersediaan lahan. Padahal, lanjutnya, ITB sebagai salah satu lembaga pendidikan sains dan teknologi terkemuka di Indonesia memerlukan lahan yang luas. “Kampus ITB saat ini berdiri di atas lahan seluas 27,8 hektare. Sangat kecil dibandingkan dengan Kampus UTM (Universitis Teknologi Malaysia) yang luasnya 1.150 hektare atau kampus Universitas Kasetsart di Thailand yang mencapai 1.214 hektare,” kata Presiden Jokowi. Menurut dia, persoalan ini dapat teratasi apabila pemerintah dapat memanfaatkan aset negara atau daerah di bawah penguasaan BUMN atau BUMD, yang kurang optimal pemanfaatannya. “Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, sekarang kita telah memasuki era kemajuan, kemajuan teknologi yang berdampak pada munculnya kebutuhan sumber daya manusia terampil, yang berkeahlian, serta mampu berinovasi. SDM yang tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut dengan sendirinya akan terpinggirkan dalam arus kompetisi global ini,” jelas Presiden Jokowi. Dia mengatakan, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia harus melakukan berbagai terobosan, khususnya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar terlepas dari middle income trap. “Diperlukan kehadiran lembaga tinggi di bidang sains dan teknologi yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana memadai agar kita bisa bertransformasi menuju ekonomi berbasis inovasi, yang mendorong pencapaian income yang tinggi,” ujar Presiden Jokowi. Novy Lumanauw/WBP Investor Daily

Sumber: BeritaSatu