Copa del Rey: Ketika Bernabeu Terbelah

, Madrid – Cristiano Ronaldo tidak bisa melupakan suasana saat Real Madrid menyambut Borussia Dortmund di Liga Champions, 30 April lalu. Saat itu, Stadion Santiago Bernabeu disesaki 76 ribu orang, yang hampir semuanya pendukung Real. Sepanjang 90 menit, mereka tidak henti memekikkan yel-yel untuk menyemangati Los Blancos. “Saat itu benar-benar luar biasa,” kata Ronaldo, kemarin. Bintang asal Portugal mengatakan belum pernah mendapat sambutan seperti itu sejak bergabung mendarat di Madrid empat tahun lalu. “Tidak seorang pemain pun yang bakal melupakan itu.” Dukungan serupa dia harapkan saat timnya menjamu Atletico Madrid di final Copa del Rey, malam ini. “Karena mendorong kami mengeluarkan kemampuan terbaik,” ujarnya. Namun, penyerang 28 tahun itu tahu diri. Meski kandang mereka terpilih sebagai arena laga pamungkas turnamen itu, panitia membelah Bernabeu. Suporter Real hanya bisa mengisi separuh dari gelanggang berkapasitas 85 ribu itu. Sisanya untuk pendukung rival sekota mereka. “Rasanya bakal aneh,” kata Ronaldo. Berapa pun banyaknya penonton, dia tetap berharap pada tuah Bernabeu, tempat mereka mencatatkan seribu kemenangan di liga domestik. Permohonan dukungan itu mungkin cara Ronaldo merendah. Javier Garcia, penulis di situs Real Madrid, justru mengatakan kemenangan bisa jadi terletak pada kaki dan tangan pemain bernomor 7 itu. CR7–julukan Ronaldo–merupakan pemain paling subur di Real dengan 54 gol, enam diantaranya di Piala Raja alias Copa del Rey, musim ini. Secara keseluruhan, dia mencetak delapan gol di delapan pertandingan melawan Atletico. “Semua mata tertuju pada Ronaldo untuk membantu Real memenangkan Copa del Rey ke-8,” kata Garcia. Catatan pertandingan juga menguntungkan Madrid. Sejak 1999, Atletico tidak pernah menang atas Real. Palang pintu Atletico, Diego Godin, tidak ambil pusing atas rekor pertemuan mereka. “Kami tidak melihat masa lalu,” ujar pemain 27 tahun asal Uuguay itu. Dia mengakui lawan lebih diunggulkan. “Namun, di setiap pertandingan, peluang selalu 50:50.” Jika di Real ada Ronaldo, Atletico punya Radamel Falcao. Penyerang 27 tahun asal Kolombia itu menyumbang 31 gol di kompetisi domestik, hampir separuh dari total gol timnya. Pemain lain yang bisa jadi kunci kemenangan Los Rojiblancos adalah Arda Turan. Gelandang serang 26 tahun asal Turki ini biasa beroperasi di sayap kiri, tepat di sektor yang jadi titik lemah Real, yaitu lini kanan pertahanan. Alvaro Arbeloa belakangan dibangkucadangkan pelatih Jose Mourinho. Kualitas pelapisnya, Nacho Fernandez, selisih jauh. Di pertandingan terakhir, posisi itu diisi Michael Essien, yang sejatinya adalah gelandang bertahan. Turan yakin Atletico akan mengakhiri mimpi buruk yang telah berlangsung 14 tahun. Pemain berambut hitam seleher ini bahkan melengkapi keyakinannya itu dengan nazar. “Kalau menang, saya akan gunduli kepala saya,” katanya. | | BLEACHER REPORT | REZA MAULANA Perkiraan Formasi Real Madrid 4-2-3-1 Lopez Essien, Pepe, Ramos, Coentrao Khedira, Alonso Di Maria, Modric, Ronaldo Benzema Atletico Madrid 4-2-3-1 Courtois Juanfran, Miranda, Godin, Filipe Gabi, Suarez Koke, Costa, Turan Falcao Fakta Seputar Pertandingan Real hanya memenangkan tiga dari enam pertandingan terakhir. Atletico memenangkan lima pertandingan beruntun di semua kompetisi. Di 23 pertemuan terakhir, Atletico kalah 17 kali dan 6 seri. Ronaldo mencetak lima gol di dua pertemuan terakhir.

Sumber: Tempo.co