Bus Air di Sungai Siak Riau Setop Beroperasi

Pekanbaru – Bus air Senapelan hibah dari Kementerian Perhubungan (Kemhub) tahun 2016 yang melayani pelayaran di Sungai Siak, Riau tidak lagi beroperasi akibat terkendala biaya. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru Aripin Harahap mengakui pada tahun ini terjadi pemangkasan anggaran cukup besar. “Sementara bus air membutuhkan biaya Rp 2 juta untuk sekali jalan,” kata dia di Pekanbaru, Minggu (4/12). Bus air Senapelan berkapasitas 50 orang melayani pelayaran sepanjang Sungai Siak dimulai Sungai Duku hingga Melebung. Adapun tarif sekali jalan pelayaran Sungai Duku-Pelindo, Meranti Pandak-PLTU dan Okura- Melebung pulang pergi empat kali dalam sepekan, masing-masing tiket Rp 15.000 per orang. Tarif ini sudah mendapatkan subsidi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 25.000 per tiket. “Jadi kendala kita, murni berada di biaya operasional. Tetapi kalau perawatan kapal, tetap terus kita lakukan,” ucapnya. Kapal bantuan pemerintah pusat dengan anggaran Rp 2,2 miliar itu praktis baru dioperasikan selama tiga bulan, setelah diluncurkan pada 29 Oktober 2015 oleh Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Terhitung awal Januari 2016, bus air digadang-gadang sebagai transportasi air murah dan nyaman ini, kembali bersandar di Pelabuhan Sei Duku, Pekanbaru. “Kalau tidak ada anggaran, gimana mau jalan? Evaluasi selama tiga bulan kita operasikan, ternyata hasilnya tidak optimal karena biaya operasional membengkak,” kata Kepala UPTD PAP Dishubkominfo Kota Pekanbaru, Wisnu Haryanto. Fatimah, warga di kawasan Okura, Pekanbaru saat dijumpai menggunakan Bus Air Senapelan mengaku senang pada fasilitas transportasi itu. Selama ini dirinya terpaksa menempuh jalur darat dengan biaya tidak sedikit dengan menumpangi ojek Rp 25.000 per orang. /WBP

Sumber: BeritaSatu